Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar seminar nasional di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, belum lama ini.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud, Didik Suhardi dan Kepala Pustekkom, Ari Santoso dengan 117 peserta ini mengangkat tema “Pemanfaatan TIK untuk Membangun Budaya Belajar.”

Dalam kegiatan itu, Ari Santoso mengatakan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan lagi menjadi dominasi masyarakat perkotaan, mereka sendiri terus berupaya membangun TIK dari daerah pinggiran dengan berbagai bantuan dan fasilitas pada sekolah dan guru yang ada di daerah-daerah terdepan, terluar dan tertinggal.

Hal itu terus dilakukan meski masih 75 persen sekolah di Indonesia yang sudah terkoneksi jaringan internet. Pasalnya, persoalan geografis masih menjadi masalah utama dalam penyebaran layanan TIK untuk pendidikan.

Dari seluruh sekolah yang sudah memiliki jaringan internet, Pustekkom kata dia, berupaya agar koneksi bisa dimaksimalkan manfaatnya oleh seluruh sumber daya manusia di sekolah. Melalui seminar ini diharapkan bisa memberi ruang semua pihak bahwa budaya belajar dengan TIK perlu terus ditingkatkan.

Sementara itu, Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi menyampaikan, TIK menjadi modal dalam kehidupan. “Dari seminar ini diharapkan muncul pemikiran dan rekomendasi dalam rangka membangun budaya belajar anak-anak kita di tanah air,” katanya.

Dia juga menjelaskan, pemerintah berusaha mengembangkan 4 sektor yakni pariwisata, pertanian, ketahanan pangan, kelautan dan kemaritiman serta industri kreatif dalam membangun Indonesia.

Melalui pengembangan TIK, industri kreatif harus dikembangkan oleh para guru untuk proses pembelajarannya. Oleh karena itu, Didik berharap pada para guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam penguasaan TIK.

“IT tidak bisa mengganti guru, karena guru harus menginspirasi, sedangkan IT hanya alat bantu, yang harus digali adalah bagaimana alat bantu itu bisa digunakan oleh guru,” jelasnya.

Ditambahkan Wakil ketua komisi X DPR, Ferdiansyah yang turut hadir, guru memiliki peran penting dalam pembangunan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran dan kehidupan.

“Penguasaan guru terhadap TIK seperti memasukkan datanya sendiri ke dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan), mengetahui proses mematikan perangkat TIK yang benar merupakan salah satu contoh sederhana dari budaya melek TIK yang harus ditanamkan oleh guru dan pembelajar,” terangnya.

Dilanjutkan Staf khusus Mendikbud bidang monitoring implementasi kebijakan, Alpha Amirrahman, pihaknya mengapresiasi upaya Pustekkom dalam mengimplementasikan kebijakan TIK untuk pendidikan.

“TIK harus dioptimalkan pemanfaatannya, dengan adanya Pustekkom dan berbagai layanannya seperti rumah belajar seharusnya bisa menjadikan proses pembelajaran lebih terintegrasi, belajar bisa di mana saja dan kapan saja,” jelasnya. BESTPROFIT

Advertisements