Seorang Pria Perancis berusia 44 tahun menderita sakit kaki, dan akhirnya pergi ke dokter untuk periksa. Ketika dilakukan pemeriksaan scan CAT, dokter menemukan sebuah hal yang menarik.

Otak dari pria yang tak disebutkan namanya ini hanya tersisa 10 persen saja dari keseluruhan otaknya. Akhirnya diketahui bahwa dulunya pria ini terjangkit hidrosephalus ketika umur 14 tahun, dan telah diobati dengan teknik bernama shunt. Masalahnya, cairan shunt tersebut ternyata terus mengisi otaknya setelah 30 tahun ke depan dan pelan-pelan mengikis otaknya.

Meski cuma 10 persen dari otaknya yang masih tersisa, ternyata dia tetap hidup dan sehat lahir dan batin. Ilmuwan awalnya kebingungan, namun akhirnya melahirkan hipotesa bahwa otak manusia akan selalu ‘terus-menerus belajar.’ Hal ini juga membuktikan meski otak adalah organ terpenting dari manusia, otak ternyata cukup fleksibel. BESTPROFIT

Advertisements