Ako Abdulrahman, 32 tahun, tentara Kurdi Peshmerga, dilaporkan menolong 70 warga di Kota Kirkuk, Irak, dari serangan para penembak jitu kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan sebuah mobil BMW antipeluru.

Abdulrahman membeli mobil buatan Jerman model 1990-an itu seharga Rp 130 juta. Dia membeli mobil antipeluru tersebut supaya bisa berkeliling dengan temannya tanpa takut diserang militan ISIS.

“Teman saya sangat senang ketika saya membeli kendaraan ini. Kami mulai berkeliling ke daerah garis depan peperangan di dekat Kirkuk, tanpa takut akan ditembak oleh ISIS atau terkenal ranjau bom,” kata dia, seperti dilansir koran the Independent, Jumat (11/11).

Abdulrahman baru merasakan betapa bergunanya kendaraan antipeluru yang dia beli setelah ISIS melancarkan serangkaian serangan ke Kirkuk bulan lalu hingga menewaskan 64 warga.

Banyak warga sipil dan pasukan keamanan yang terjebak di kota itu setelah ISIS mengepung. Orang-orang bisa seketika tewas terkena peluru dari para penembak jitu yang bersembunyi di atap-atap bangunan.

Abdulrahman lalu berpikir, mobilnya bisa bermanfaat untuk menolong orang di kota itu.

“Ini saatnya untuk menolong orang. Saya seorang pejuang dan saya punya mobil antipeluru. Sangat keterlaluan kalau saya tidak menolong,” kata dia.

Militan ISIS menghujani mobilnya dengan tembakan, lebih dari 50 peluru mengenai mobilnya, tapi Abdulrahman terus maju pantang mundur dan berhasil membawa keluar 70 orang dalam keadaan selamat. Bukan itu saja, dia juga berhasil membawa mayat warga.

“Waktu saya tiba di lokasi, saya melihat banyak orang tergeletak di jalanan, baik warga sipil atau pasukan keamanan dan tak seorang pun berani mendekat karena ada penembak jitu,” kata dia.

“Di dalam mobil saya membawa orang Sunni, Syiah, Kurdi, Turki, dan Kristen. Saya merasa benar-benar sebagai orang Irak dan seharusnya tiap orang juga begitu.”

Atas jasa-jasanya menolong warga luka, akhirnya Gubernur Kirkuk Najmaldin Karim memberi Abdulrahman hadiah senilai Rp 6 juta. BESTPROFIT

Advertisements