Pada 24 Januari 1961, sebuah senjata nuklir akan segera diledakkan. Namun sesaat sebelum diledakkan, tekanan bahan bakar di pesawat B-52 yang membawa senjata tersebut membuat pesawat mengalami kecelakaan dan jatuh di sebuah lahan pertanian dekat kota Goldsboro, North Carolina, Amerika Serikat.

Tiga orang awak meninggal dalam insiden tersebut. Dilaporkan salah satu bom hidrogen yang ada di dalam pesawat tersebut pecah dan merusak senjata nuklir. Beberapa senjata tersebut jatuh ke rawa-rawa dan sisanya mendarat dengan parasut dalam keadaan utuh.

Hal ini dengan mudah bisa menjadi bencana, karena dengan lepasnya parasut, tinggal selangkah lagi bom tersebut meledak. Jika meledak, tentu hal ini akan jadi salah satu kecelakaan nuklir terparah. BESTPROFIT

Advertisements