Polisi menangkap seorang dokter dan tiga staf terkait dengan kebakaran di rumah sakit swasta SUM, India, yang menewaskan 20 orang. Keempat orang tersebut ditahan atas tuntutan kelalaian saat bertugas yang menyebabkan nyaris 20 orang meninggal dalam kebakaran.

“Kemungkinan masih akan ada tersangka lain yang ditangkap,” kata Komisaris polisi Yogesh Khurania, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (19/10).

Khurania mengatakan polisi menangkap mereka setelah menerima surat perintah dari Negara Bagian Odisha, India. Kebakaran terjadi di bangsal dialisis sebelum menyebar ke bangsal lain, menewaskan 19 pasien sakit parah yang tidak dapat melarikan diri dari kobaran api. Satu korban lagi meninggal saat menerima perawatan di rumah sakit.

Pada saat kebakaran terjadi, sekitar 40 pasien kritis sedang berada di ruang ICU rumah sakit itu.

Pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan 100 orang dengan cara memecahkan jendela kaca agar dapat dikeluarkan dari gedung yang dilahap si jago merah.

Menteri Kesehatan Odisha Arti Ahuja berkata, “Ada sekitar 106 orang yang (sekarang) dirawat di rumah sakit lain.”

Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan belasungkawanya melalui akun Twitter resminya. “Saya turut berduka cita atas hilangnya nyawa dalam kebakaran rumah sakit di Odisha. Tragedi itu benar-benar membuat mati rasa. Doa saya untuk semua keluarga yang ditinggalkan.”

Kebakaran melanda fasilitas kesehatan seperti ini bukan yang pertama kali terjadi di Negeri Sungai Gangga. Pada 2011, 89 orang tewas dalam kebakaran yang terjadi di sebuah rumah sakit di kota Kolkata. Best Profit

Advertisements