Indian Ocean Rim Association (IORA) bakal kembali digelar di Indonesia. Pertemuan tingkat menteri negara-negara yang ada di sekitar Samudera Hindia ini bakal membahas mengenai isu kerja sama perdagangan, perikanan, investasi berbasis ramah lingkungan dan keamanan maritim

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya menyebutkan sebagai ketua, Indonesia akan memperbesar pengaruh di kawasan Samudera Hindia.

“Banyak tantangan yang dihadapi di kawasan Samudera Hindia, seperti tantangan keamanan maritim, perdagangan manusia dan juga perubahan iklim. Kita akan membuat Samudera Hindia menjadi new goal center,” ucapnya saat ditemui semalam, Selasa (12/10) di Workroom Cafe,  Jakarta.

Selain itu, prioritas utama Indonesia sebagai ketua adalah memperkuat kerja sama maritim yang damai dan stabil di Samudera Hindia. Meski demikian, Desra mengakui norma yang ada di IORA belum kuat.

“Prioritas IORA Concord akan dibahas ketiga kalinya di Bali pada 22 hingga 23 Oktober. Penguatan IORA itu sebagai institusi kelembagaan. Nantinya akan mendorong untuk menciptakan peluang bisnis dan investasi di kawasan, yang juga berpengaruh pada kerja sama maritim,” lanjut Desra.

Pertemuan IORA akan digelar di Nusa Dua, Bali pada 22 hingga 27 Oktober mendatang. IORA sendiri merupakan asosiasi negara pesisir Samudera Hindia yang berfokus pada kerja sama ekonomi.

IORA didirikan pada Maret 1997 yang sekretariatnya berada di Mauritius. Ada 21 negara anggota IORA yang terletak di Asia hingga Afrika. Sementara itu, IORA juga punya tujuh negara mitra.

Sejak tahun lalu, IORA diakui di Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai observer. Tahun depan, Indonesia berencana membawa IORA menjadi pertemuan tingkat kepala negara. KTT IORA ini akan dilakukan di Jakarta pada 7 Maret 2017.

PT BESTPROFIT FUTURES

Advertisements