Bertahan rendahnya harga minyak dunia memukul perusahaan migas di seluruh dunia. Banyak perusahaan terpaksa melakukan pemangkasan karyawan dalam rangka efisiensi. Tak hanya itu, banyak juga perusahaan memotong belanja modal sambil menunggu harga minyak kembali naik.

Hal tersebut juga dialami oleh Petroliam Nasional Bhd atau yang lebih dikenal dengan Petronas.

Country Chairman Petronas Indonesia, Mohammad Zaini Md Noor mengakui, saat ini perusahaan terpaksa merumahkan sebagian karyawannya lantaran memiliki kinerja yang buruk.

“Yang di Malaysia (Petronas) betul kami terpaksa review balik untuk lebih efisien. Kami akan review people dan investasi supaya balance,” ujar Zaini di Restoran Sate Khas Senayan,  Jakarta, Senin (10/10).

Kendati demikian, Zaini menegaskan bahwa pihaknya belum melakukan pemutusan hubungan kerja di Indonesia. Sebab, saat ini perusahaan tengah mengembangkan bisnisnya di Indonesia sehingga justru membutuhkan banyak sumber daya manusia.

“Untuk Indonesia belum. Kami mau maintenance karyawan lagi,” ucap Zaini.

Dia juga mengakui, di tengah pelemahan harga minyak dunia banyak perusahaan migas yang terpaksa melakukan pemberhentian terhadap karyawannya. “Semua perusahaan oil and gas, meski di Petronas Indonesia belum ada,” ungkapnya.

Untuk itu diharapkan, harga minyak dunia ke depan segera membaik dan stabil. Sehingga menguntungkan perusahaan migas di seluruh dunia.

PT BESTPROFIT FUTURES

Advertisements