Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah hingga siang ini, Jumat (7/10). Rupiah masih betah berada di level Rp 13.000-an per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah tadi pagi dibuka di Rp 12.996 per USD lalu terus melemah hingga siang ini. Rupiah menyentuh level Rp 13.010 per USD yaitu pukul 14.05 WIB.

Beberapa hari lalu, Rupiah tercatat terus menguat dan meninggalkan level Rp 13.000 per USD.

Direktur Eksekutif Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, salah satu faktor atau sentimen positif pergerakan Rupiah adalah banyaknya dana asing masuk ke Indonesia. Dana ini masuk melalui Tax Amnesty maupun investasi.

“Ada capital inflow (aliran dana masuk) salah satunya dari Tax Amnesty dan angka Foreign Direct Investment juga naik,” ucap Enny saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (27/9).

Menurut Enny, jumlah valuta asing dalam negeri saat ini meningkat sehingga Rupiah menguat karena tingginya suplai. “Rupiah itu kan demand dan suplai juga.”

Enny berharap, pemerintah bisa menjaga momentum penguatan Rupiah dengan menahan dana yang masuk ke dalam negeri. Jangan sampai dana tersebut kabur dan membuat nilai tukar Rupiah kembali melemah.

“Ini momentum penguatan, pemerintah harus menjaga ini agar penguatan tadi tidak sementara. Pemerintah harus menjaga agar dana yang masuk tadi jangan spekulatif atau gampang keluar,” tutupnya.

PT BESTPROFIT FUTURES

Advertisements